Jumat, 16 Oktober 2026
Newsletter
Arsy Media Utama
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Lainnya
    • Opini
    • Parlementaria
    • Olahraga
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Lainnya
    • Opini
    • Parlementaria
    • Olahraga
No Result
View All Result
Arsy Media Utama
No Result
View All Result
Home Nasional

Narkoba Dan Judi Online Ancam Generasi, Peneliti : 100 Hari Kapolri Suyudi Momentum Uji Nyata Asta Cita

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2026
in Nasional
A A
‎Narkoba Dan Judi Online Ancam Generasi, Peneliti : 100 Hari Kapolri Suyudi Momentum Uji Nyata Asta Cita ‎ ‎Jakarta | Ancaman narkoba, judi online, penipuan digital dan kejahatan terorganisasi tidak lagi cukup dibaca sebagai persoalan kriminalitas. Dampaknya menjalar pada ketahanan keluarga, produktivitas masyarakat, kualitas generasi muda, hingga kemampuan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045. ‎ ‎Di tengah tantangan tersebut, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memulai kepemimpinan sebagai Kapolri dengan agenda 100 hari yang menempatkan pemberantasan judi online, narkoba, kejahatan digital serta penguatan pelayanan kepolisian sebagai perhatian awal. ‎ ‎Peneliti ekonomi dan ketahanan nasional Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D. menilai pengalaman Suyudi memimpin Badan Narkotika Nasional menjadi modal penting untuk membawa pendekatan keamanan yang tidak berhenti pada penindakan, tetapi menyentuh pencegahan dan perlindungan kualitas manusia Indonesia. ‎ ‎“Logikanya sederhana. Kalau Indonesia ingin maju, generasi penerusnya harus dijaga. Jangan sampai narkoba, judi online dan kejahatan digital menggerus karakter, produktivitas dan masa depan generasi muda,” kata Caturida di Jakarta, Minggu (4/10/2026). ‎ ‎100 Hari Harus Terukur, Bukan Sekadar Ramai Penindakan ‎Menurut Caturida, program 100 hari akan bernilai strategis apabila dikelola dengan logika berbasis bukti: kondisi awal ditetapkan sebagai baseline, intervensi dilakukan secara terarah, hasil diukur, lalu kebijakan dievaluasi. Dengan cara itu, publik dapat menilai perubahan yang benar-benar terjadi. ‎ ‎“Ukuran keberhasilan jangan berhenti pada berapa operasi dilakukan atau berapa perkara ditangani. Pertanyaannya: apakah korban berkurang, ruang digital lebih aman, peredaran narkoba dan judi online dapat ditekan, pelayanan membaik, dan kepercayaan masyarakat menguat?” ujarnya. ‎ ‎Momentum Kehadiran Irjen Pol. Cornelius Wisnu ‎ ‎Caturida juga menilai kehadiran Irjen Pol. Cornelius Wisnu Adji Pamungkas dalam momentum uji kelayakan dan kepatutan Suyudi menarik dicermati dari perspektif ketahanan nasional. Wisnu pernah menyusun Kertas Kerja Perorangan di Lemhannas RI berjudul “Penanggulangan Darurat Narkoba pada Generasi Muda Guna Ketahanan Bonus Demografi dalam Rangka Ketahanan Nasional”. ‎ ‎Menurut Caturida, momentum tersebut memperlihatkan relevansi kuat antara persoalan narkoba, kualitas generasi muda dan ketahanan nasional. Kehadiran itu tidak perlu dimaknai sebagai keputusan kebijakan tertentu, tetapi menjadi pengingat bahwa penanganan narkoba memerlukan cara pandang lintas sektor dari sudut pandang keamanan, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi harus bergerak dalam satu arah. ‎ ‎Keamanan Juga Menentukan Beban Ekonomi Negara ‎ ‎Narkoba, judi online dan kejahatan digital membawa biaya yang jauh melampaui kerugian korban langsung. Negara dan masyarakat dapat menanggung kehilangan produktivitas, biaya kesehatan dan rehabilitasi, penegakan hukum, pemasyarakatan, serta meningkatnya kerentanan keluarga. ‎ ‎Karena itu, Caturida mendorong riset cost of prevention versus cost of inaction: berapa biaya pencegahan yang diperlukan dibandingkan kerugian sosial-ekonomi yang muncul apabila negara terlambat bertindak. ‎ ‎“Jika pencegahan lintas sektor terbukti mampu menekan kerugian, maka keamanan bukan hanya cost centre. Keamanan adalah investasi pembangunan. Namun manfaat dan potensi penghematan APBN harus dihitung dengan data, bukan diasumsikan,” tegasnya. ‎ ‎Dari Asta Cita ke Kolaborasi POLRI-KAMPUS ‎ ‎Caturida melihat arah tersebut beririsan dengan Asta Cita dan program prioritas Presiden, terutama penguatan sumber daya manusia, keamanan, penegakan hukum dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih nyata melalui riset yang independen dan dapat diuji. ‎ ‎“Polri mempunyai data dan pengalaman lapangan, pemerintah mempunyai arah kebijakan, sedangkan kampus mempunyai metodologi dan kapasitas ilmiah. Hampir semua kampus memiliki roadmap penelitian. Mari petakan bagian yang dapat memperkuat program pemerintah tanpa kehilangan independensi akademik,” katanya. ‎ ‎Kolaborasi riset dapat diarahkan pada narkoba dan ketahanan generasi muda, judi online dan ekonomi rumah tangga, kejahatan siber, early warning system, keamanan investasi, efektivitas pelayanan kepolisian, biaya ekonomi kejahatan, serta pengukuran kepercayaan publik. ‎ ‎Optimistis, tetapi Harus Dibuktikan dengan Hasil ‎ ‎Caturida optimistis program 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian program prioritas Presiden. Pengalaman di bidang penegakan hukum dan pemberantasan narkoba menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi kualitas generasi penerus bangsa. ‎ ‎“Asta Cita bukan pekerjaan satu institusi. Pemerintah, Polri, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam visi yang sama. Jaga generasinya, perkuat keamanannya, bangun kebijakannya berdasarkan data dan riset. Dengan sinergi itulah keamanan menjadi fondasi bagi kemajuan dan ketahanan Indonesia,” ujar Caturida. ‎ ‎Caturida juga menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru Polri dapat membuka ruang semakin luas bagi kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset dalam mendukung kebijakan keamanan nasional yang semakin presisi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat. ‎ ‎“Selamat kepada Bapak Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kepemimpinan Bapak semakin memperkuat kedekatan Polri dengan rakyat, menghadirkan penegakan hukum yang adil, melindungi generasi penerus dari narkoba dan berbagai ancaman kejahatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian Asta Cita dan penguatan ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Caturida.[] ‎ ‎Penulis Dosen Dan Peneliti : Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D.  ‎

Berita Terkait

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

16 Oktober 2026
Pakar Hukum Kepolisian: Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum

Pakar Hukum Kepolisian: Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum

16 Oktober 2026
Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

15 Oktober 2026
Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

15 Oktober 2026

Jakarta | Ancaman narkoba, judi online, penipuan digital dan kejahatan terorganisasi tidak lagi cukup dibaca sebagai persoalan kriminalitas. Dampaknya menjalar pada ketahanan keluarga, produktivitas masyarakat, kualitas generasi muda, hingga kemampuan Indonesia memanfaatkan bonus demografi menuju Indonesia Emas 2045.
‎
‎Di tengah tantangan tersebut, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memulai kepemimpinan sebagai Kapolri dengan agenda 100 hari yang menempatkan pemberantasan judi online, narkoba, kejahatan digital serta penguatan pelayanan kepolisian sebagai perhatian awal.
‎
‎Peneliti ekonomi dan ketahanan nasional Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D. menilai pengalaman Suyudi memimpin Badan Narkotika Nasional menjadi modal penting untuk membawa pendekatan keamanan yang tidak berhenti pada penindakan, tetapi menyentuh pencegahan dan perlindungan kualitas manusia Indonesia.
‎
‎“Logikanya sederhana. Kalau Indonesia ingin maju, generasi penerusnya harus dijaga. Jangan sampai narkoba, judi online dan kejahatan digital menggerus karakter, produktivitas dan masa depan generasi muda,” kata Caturida di Jakarta, Minggu (4/10/2026).
‎
‎100 Hari Harus Terukur, Bukan Sekadar Ramai Penindakan
‎Menurut Caturida, program 100 hari akan bernilai strategis apabila dikelola dengan logika berbasis bukti: kondisi awal ditetapkan sebagai baseline, intervensi dilakukan secara terarah, hasil diukur, lalu kebijakan dievaluasi. Dengan cara itu, publik dapat menilai perubahan yang benar-benar terjadi.
‎
‎“Ukuran keberhasilan jangan berhenti pada berapa operasi dilakukan atau berapa perkara ditangani. Pertanyaannya: apakah korban berkurang, ruang digital lebih aman, peredaran narkoba dan judi online dapat ditekan, pelayanan membaik, dan kepercayaan masyarakat menguat?” ujarnya.
‎
‎Momentum Kehadiran Irjen Pol. Cornelius Wisnu
‎
‎Caturida juga menilai kehadiran Irjen Pol. Cornelius Wisnu Adji Pamungkas dalam momentum uji kelayakan dan kepatutan Suyudi menarik dicermati dari perspektif ketahanan nasional. Wisnu pernah menyusun Kertas Kerja Perorangan di Lemhannas RI berjudul “Penanggulangan Darurat Narkoba pada Generasi Muda Guna Ketahanan Bonus Demografi dalam Rangka Ketahanan Nasional”.
‎
‎Menurut Caturida, momentum tersebut memperlihatkan relevansi kuat antara persoalan narkoba, kualitas generasi muda dan ketahanan nasional. Kehadiran itu tidak perlu dimaknai sebagai keputusan kebijakan tertentu, tetapi menjadi pengingat bahwa penanganan narkoba memerlukan cara pandang lintas sektor dari sudut pandang keamanan, pendidikan, kesehatan, sosial dan ekonomi harus bergerak dalam satu arah.
‎
‎Keamanan Juga Menentukan Beban Ekonomi Negara
‎
‎Narkoba, judi online dan kejahatan digital membawa biaya yang jauh melampaui kerugian korban langsung. Negara dan masyarakat dapat menanggung kehilangan produktivitas, biaya kesehatan dan rehabilitasi, penegakan hukum, pemasyarakatan, serta meningkatnya kerentanan keluarga.
‎
‎Karena itu, Caturida mendorong riset cost of prevention versus cost of inaction: berapa biaya pencegahan yang diperlukan dibandingkan kerugian sosial-ekonomi yang muncul apabila negara terlambat bertindak.
‎
‎“Jika pencegahan lintas sektor terbukti mampu menekan kerugian, maka keamanan bukan hanya cost centre. Keamanan adalah investasi pembangunan. Namun manfaat dan potensi penghematan APBN harus dihitung dengan data, bukan diasumsikan,” tegasnya.
‎
‎Dari Asta Cita ke Kolaborasi POLRI-KAMPUS
‎
‎Caturida melihat arah tersebut beririsan dengan Asta Cita dan program prioritas Presiden, terutama penguatan sumber daya manusia, keamanan, penegakan hukum dan pembangunan berbasis ilmu pengetahuan. Karena itu, perguruan tinggi dinilai perlu mengambil peran lebih nyata melalui riset yang independen dan dapat diuji.
‎
‎“Polri mempunyai data dan pengalaman lapangan, pemerintah mempunyai arah kebijakan, sedangkan kampus mempunyai metodologi dan kapasitas ilmiah. Hampir semua kampus memiliki roadmap penelitian. Mari petakan bagian yang dapat memperkuat program pemerintah tanpa kehilangan independensi akademik,” katanya.
‎
‎Kolaborasi riset dapat diarahkan pada narkoba dan ketahanan generasi muda, judi online dan ekonomi rumah tangga, kejahatan siber, early warning system, keamanan investasi, efektivitas pelayanan kepolisian, biaya ekonomi kejahatan, serta pengukuran kepercayaan publik.
‎
‎Optimistis, tetapi Harus Dibuktikan dengan Hasil
‎
‎Caturida optimistis program 100 hari Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto akan memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian program prioritas Presiden. Pengalaman di bidang penegakan hukum dan pemberantasan narkoba menjadi modal penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam menjaga keamanan sekaligus melindungi kualitas generasi penerus bangsa.
‎
‎“Asta Cita bukan pekerjaan satu institusi. Pemerintah, Polri, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat memiliki ruang untuk berkontribusi dalam visi yang sama. Jaga generasinya, perkuat keamanannya, bangun kebijakannya berdasarkan data dan riset. Dengan sinergi itulah keamanan menjadi fondasi bagi kemajuan dan ketahanan Indonesia,” ujar Caturida.
‎
‎Caturida juga menyampaikan keyakinannya bahwa kepemimpinan baru Polri dapat membuka ruang semakin luas bagi kolaborasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan riset dalam mendukung kebijakan keamanan nasional yang semakin presisi dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
‎
‎“Selamat kepada Bapak Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto atas amanah sebagai Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Semoga melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, kepemimpinan Bapak semakin memperkuat kedekatan Polri dengan rakyat, menghadirkan penegakan hukum yang adil, melindungi generasi penerus dari narkoba dan berbagai ancaman kejahatan, serta memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian Asta Cita dan penguatan ketahanan nasional menuju Indonesia Emas 2045,” pungkas Caturida.[]
‎
‎Penulis Dosen Dan Peneliti : Caturida Meiwanto Doktoralina, Ph.D.
‎

Redaksi

Redaksi

Jurnalis dan anggota tim redaksi Arsy Media Utama. Aktif meliput serta menyusun laporan mendalam seputar dinamika sosial, ekonomi, dan isu-isu pembangunan. Berkomitmen untuk menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan mengedukasi masyarakat melalui karya tulis yang bertanggung jawab.

Related Posts

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

Tindak Lanjuti Arahan Presiden, Polri Siapkan 70 Ribu Polisi Khusus Kehutanan

by Redaksi
16 Oktober 2026
0

  Jawa Tengah - Kepolisian Negara Republik Indonesia menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat perlindungan hutan dan penanganan kebakaran...

Pakar Hukum Kepolisian: Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum

Pakar Hukum Kepolisian: Komitmen Kapolri Dukung Pengamanan Kejagung Perkuat Penegakan Hukum

by Redaksi
16 Oktober 2026
0

  JAKARTA – Komitmen Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto untuk memberikan dukungan pengamanan kepada jajaran Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapat...

Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

Isi Kuliah Umum Gelora Kebangsaan di USK, Kapolda Aceh Ajak Mahasiswa Saring sebelum Sharing

by Redaksi
15 Oktober 2026
0

  Banda Aceh — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan mengajak mahasiswa untuk memperkuat nalar kritis, meningkatkan literasi digital, dan...

Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

by Redaksi
15 Oktober 2026
0

Jakarta — Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menegaskan Polri terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui penegakan...

Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah

Densus 88 Polri dan Disdik DKI Perkuat Pencegahan IRET dan Cyberbullying di Sekolah

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

  JAKARTA – Densus 88 Antiteror Polri melalui Direktorat Pencegahan (Ditcegah) bersinergi dengan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta menggelar Workshop...

Load More

Berita Populer

  • Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

    15 shares
    Share 6 Tweet 4
  • Plt. Sekda Aceh Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Masjid Raya Baiturrahman

    11 shares
    Share 4 Tweet 3
  • Mualem Lantik Taufik sebagai Pejabat Sekda Aceh di Medan

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Kapolda Aceh Tinjau Rumah Dinas Rusak Diterjang Angin Kencang

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
  • Muktarrudin Usman Terpilih kembali Pimpin SPS Aceh

    6 shares
    Share 2 Tweet 2
Arsy Media Utama

© arsymediautama.com

Navigate Site

  • Redaksi
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Daerah
  • Kriminal
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Ekonomi
  • Wisata
  • Peristiwa
  • Lainnya
    • Opini
    • Parlementaria
    • Olahraga

© arsymediautama.com